/Apa Itu Japandi Interior, dan Penerapan Dalam Ruang

Apa Itu Japandi Interior, dan Penerapan Dalam Ruang

Hidup dengan pola kota besar di era modern ini membuat saya mengajukan pertanyaan yang penting: “gaya interior design apa yang bisa menunjang gaya hidup yang memiliki nilai keteraturan, disiplin, keseimbangan dan kebahagiaan”.

Gaya desain tradisional jepang identik dengan tata ruang yang harmonis & menenangkan jiwa. Sementara itu, gaya desain Skandinavia memegang prinsip keseimbangan yang fungsional dalam hidup yang menggabungkan unsur” alami dan simplicity didalamnya . Ketika 2 gaya design yang berbeda namun masih mengusung prinsip yang selaras, hadirlah gaya desain Japandi, gabungan antara kedua desain dari dua belahan dunia berbeda yang menyatu secara harmonis.

Japandi telah membentuk sebuah perspektif baru dalam desain minimalis,yang mendukung penerapan gaya hidup esensial yang seimbang, teratur dan menghargai ketenangan dan alam.

Ingredient number 1, the “Wabi Sabi”!

Filososfi desain pertama dari japandi berasal dari prinsip yang dibawa oleh wabi sabi (gaya traditional jepang) ,yaitu menghargai keindahan dalam ketidaksempurnaan. Estetika yang dimiliki wabi sabi kadang dijelaskan sebagai, “tak sempurna”, “tak kekal” dan “tak lengkap”, yang dipresentasikan dalam Karakteristik dari estetika design wabi-sabi  yang mengandung unsur Asimetri, Kekasaran, Kesederhanaan, Ekonomi, Penghematan, Kewajaran, Keintiman, dan Apresiasi terhadap nilai dari benda-benda dan proses alami.

Karakteristik spiritual, kesederhanaan, unsur alami, dan nilai nilai keteraturan yang dimiliki orang jepang ini disatukan dan dikemas dalam gaya desain wabi sabi dan menjadi salah satu mata sisi dalam gaya desain japandi.

Ingredient number 2, the “Scandinavian”!

Filosofi desain kedua yang  diusung oleh konsep Japandi berasal dari prinsip Lagom yang ada pada design Scandinavian. Konsep ini mengajak kita untuk mencari keseimbangan dalam hidup. Disebut-sebut sebagai kunci kebahagiaan hidup oleh masyarakat Swedia, keseimbangan dalam hidup dicapai untuk memenuhi kebutuhan jiwa, badan dan pikiran

 

Baca juga : 5 Alasan menggunakan jasa desain interior

 

Bukan hanya fokus mencapai work-life balance, penghuni juga diharapkan dapat menjalankan gaya hidup esensial, difasilitasi oleh gaya desain Japandi. Hal ini meliputi menjaga asupan makan yang sehat dan seimbang demi kesehatan badan.

Japandi, Tips & Tricks, dan Penerapan dalam Rumah
pinterest.com
KARAKTER JAPANDI
  1. Minimalis, mengedepankan simplicity dan fungsi dalam penggunaan furnitur
  2. Benuansa alami, dengan elemen” alami seperti kayu jati, mahoni dan penggunaan tanah liat pada perlengkapan dan hiasan
  3. Dinding didominasi warna warna netral seperti putih, hitam dan abu abu
  4. Furnitur didominasi material light wood
  5. Pajangan motif geometris yang simpel tapi unik
  6. Cushion motif untuk akses ruang
  7. Sentuhan warna pastel yang kalem

Wabi Sabi Lekat dengan tampilan elegan yang bersih dan motif tradisionalnya. Desain Skandinavia tampil apik dengan warna-warna terang,pastel serta material alami yang memberi kesan hangat. Saat kedua nuansa ini dipadukan dalam Japandi, maka dapat memancarkan kesan clean dan hangat secara bersamaan.

Sebagaimana dua gaya desain asalnya, yang kerap mengandalkan penggunaan material alami, kehadiran elemen kayu dan rotan berwarna terang juga nampak dominan dalam desain Japandi. Warna-warna lembut dari warna putih, abu-abu, dan krem kerap hadir memancarkan kesan menenangkan. Selebihnya warna biru, hijau, dan pink pastel muncul sebagai aksen pelengkap yang menambah kedinamisan.

Furnitur Japandi hadir dengan bentukan simpel dengan garis desain yang tegas, tak banyak memperlihatkan lekukan kompleks. Namun tak seperti desain minimalis yang identik dengan bentuk-bentuk simetris, Japandi juga menggunakan furnitur tak bersudut seperti meja kopi bundar dan kursi berkaki jengki.

Salah satu keunggulan furnitur Japandi adalah desainnya yang ramping sehingga dapat menghemat tempat dan banyak menyisakan ruang kosong di dalam ruangan. Hal ini berpengaruh terhadap hasil akhir yang ditampilkan desain Japandi, yaitu membuat ruangan terasa lebih lapang dan terbuka.

Tak hanya peletakan furnitur yang esensial saja, gaya desain Japandi juga mementingkan suasana yang dihadirkan dalam hunian. Selain merapikan rumah berantakan dengan menyusun barang sesuai kategori, peletakan dekorasi seperti pajangan motif geometris yang simpel tapi unik, serta cushion motif untuk aksen ruang, juga diperlukan untuk melengkapi gaya desain Japandi.

Peran pencahayaan juga tidak dapat diabaikan dalam Japandi. Mengikuti prinsip minimalis, pencahayaan dimanfaatkan untuk mengimbangi kekosongan dari penggunaan ukiran dan motif-motif yang tidak terlalu mencolok.

Dekorasi ala Japandi memang tidak terlalu banyak, umumnya bercorak simpel dan berbalut kain bertekstur halus. Cahaya dan bayangan, baik dari pencahayaan buatan maupun alami, dihadirkan untuk menetralisir ambiens dingin di dalam ruangan